Ada sebuah kutipan,
"Jika kau menjalani setiap hari seolah itu hari terakhirmu,
maka suatu saat nanti bisa jadi itu benar."
Ya, bisa jadi itu benar.
Kita tidak tahu kapan nyawa ini pergi meninggalkan jasad.
Bukankah sebab kematian cuma satu?
Apa pun kondisinya, bagaimana pun keadaannya, sebab kematian memang hanya dan hanya satu, 'berakhirnya ajal'.
Apa pun kondisinya, bagaimana pun keadaannya, sebab kematian memang hanya dan hanya satu, 'berakhirnya ajal'.
Ada cerita, seorang laki-laki yang ingin berangkat naik pesawat
berpesan kepada ibunya untuk membangunkannya saat jam keberangkatan pesawat
tinggal satu jam lagi. Sang ibu mengiyakan.
Namun, melihat cuaca di luar buruk sekali, angin kencang, guntur
bergemuruh, awan nampak kehitaman, ibunya tidak membangunkan. Ibu itu khawatir,
akan terjadi sesuatu jika anaknya tetap ikut naik pesawat. Akan tetapi, apa
yang terjadi?
Kala ibu itu membangunkan anaknya beberapa jam kemudian, sang
anak telah tiada.
Karena itu, yakinlah sebab kematian cuma satu, berakhirnya ajal.
Dan sayangnya kita tak pernah tahu kapan waktunya tiba.
Bila setiap hari kita bertanya pada diri sendiri,
"Seandainya hari ini adalah hari terakhirku, akankah aku melakukan apa
yang hari ini ku lakukan?"
Oh sungguh, jika jawabannya terus menerus 'tidak', apa yang
seharusnya kita lakukan?
Ya, tepat sekali, 'harus ada sesuatu yang perlu kita ubah'.
Sebelum penyesalan panjang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^