Minggu, 22 Desember 2013

Jono Oh Jono


Iseng, buat cerita dari gambar ini, ^^  photo 82.gif
Semoga dapat epos (energi positif) dari cerita ini. 

1. Di suatu tempat, nun jauh di atas sana, bebas dari keramaian. Bisikan angin terdengar jelas ditelinga, bahkan suara daun yang jatuh perlahan. Rerumputan itu pun belum bangun, masih lelah, kemarin seharian bergoyang, sepoi-sepoi.

Dibalik semua itu, ada sesuatu yang menggelitik batin. Sesuatu pada cabang pohon itu.

"Yea, that's it, do you see?''
"What do you think?''
 photo 77.gif photo 77.gif photo 77.gif

Jadikan Aku Cantik


Hati. Tak punya mata, namun dapat melihat jauh lebih dalam. Siapa yang percaya ia punya telinga? Punya lidah? Entah, bagaimana bisa ia mendengar, saat dalam diam sekalipun. Suara hati, suara yang tak semua orang dapat mendengarnya. Bahkan ia dapat melangkah pergi, tanpa kaki. Kadang tak kembali.
Seandainya hati dapat terlihat oleh mata. Suaranya terdengar jelas ditelinga. Ia akan menyuruh kita duduk di depannya. Menatap mata kita dalam-dalam. Dan, dengan lembutnya berbicara. Suaranya akan begitu syahdu ditelinga. Dengarkanlah ia. Ia akan mengatakan banyak hal. Menceritakan sebuah rahasia.

Kamis, 12 Desember 2013

Mengapa Ngga Menulis?

Hayo, kawan ditanya tuh, “Mengapa ngga menulis?”. Semoga tidak ada jawaban, “ngga aja…” ya  photo 07.gif 
Pertanyaan itu pas banget kan, untuk yang minat menulis tapi masih ‘ngga nulis’? Atau yang belum tertarik, yah siapa tahu jadi tertarik bahkan terdorong. Hhe. Kan Robert Duncon pernah bilang “Menulis adalah salah satu cara memangkas bagian permukaan segala sesuatu untuk menjelajahi atau memahami banyak hal.”

Rabu, 11 Desember 2013

Bila Karena Mentality Strategic

Suka mabuk pas mau naik mobil? Kapal? Pesawat? Kalau naik sepeda? Hhe.
Atau sedang dalam alergi tertentu? Misal, terserang influenza saat musim dingin. Ketika makan 'makanan tertentu' kulit jadi 'bentol-bentol'. Saat sedang stress, jerawat bertumbuhan dan tubuh jadi gendut? Bahkan sebaliknya, ketergantungan sama sesuatu. Bila ngga minum obat 'ini', badan jadi lemah. Dan hal-hal lainnya. 

Saya pun pernah mengalaminya. Tak tanggung-tanggung. Semuanya! Don't worry, coz everything's gonna be OKAY (9'_')9. 

Tak Perlu Dibaca

Semangat Pagi!

Mungkin saat kawan membaca tulisan ini -yang sebenarnya tidak perlu dibaca- tidak sedang pagi. Bisa siang, sore, senja, malam atau malam bangett, hhe, apapun suasananya tetap semangat! sesemangat saat pagi, sesemangat sang mentari yang tak sabar melihat dunia, sesemangat burung-burung yang mencari makan, dan sesemangat Naruto, hihi... 

Oke kawan, "ini masih pagi, semangat pagi ^^/"

Nah, mengapa tulisan ini tak perlu dibaca? Jawabnya karena tulisan ini 'hanya' akan bercerita tentang kelahiran blog dengan judul 'More Than Words'. Masih mau lanjut? Apalah daya saya. hho. Saya tak keberatan, sungguh!

Cup of Juice

Judulnya sama isi cerita kali ini, ngga ada hubungannya lho!? Dari kombinasinya saja antara ‘cup’ sama ‘juice’ uda ngga nyambung lho!?. Masih mau baca? Kok bisa sih? a~ thank you-thank you. ^^>
Oke, kalau mau ditarik ‘benang merahnya’ (ngambil yang warna merah, biar mudah, karena warna lain susah, susah nariknya, hhe) antara judul sama isi cerita kali ini bisa dibilang ‘tetep ngga ada hubungannya…’ -,-a
Tapi kalau mau, bayangin aja, seolah-olah saat membaca cerita ini, bagaikan minum ‘juice’ dalam ‘cup’. Biasanya kan, kalo minum juice, langsung neguk airnya banyak, dalam sekali minum. Nah coba bayangin, minum juicenya itu berasa kaya minum ‘tea’ or ‘coffee’ yang sedikit-sedikit minumnya, panas lho!? ^^ Kira-kira tetap nikmat ngga ya? Nikmati atau habiskan segera. Mubadzir kan kalo ngga dihabisin? :D

Selasa, 27 Agustus 2013

Sebelum Penyesalan Panjang

Ada sebuah kutipan,
"Jika kau menjalani setiap hari seolah itu hari terakhirmu, maka suatu saat nanti bisa jadi itu benar."
Ya, bisa jadi itu benar.
Kita tidak tahu kapan nyawa ini pergi meninggalkan jasad. Bukankah sebab kematian cuma satu?
Apa pun kondisinya, bagaimana pun keadaannya, sebab kematian memang hanya dan hanya satu, 'berakhirnya ajal'.
Ada cerita, seorang laki-laki yang ingin berangkat naik pesawat berpesan kepada ibunya untuk membangunkannya saat jam keberangkatan pesawat tinggal satu jam lagi. Sang ibu mengiyakan.
Namun, melihat cuaca di luar buruk sekali, angin kencang, guntur bergemuruh, awan nampak kehitaman, ibunya tidak membangunkan. Ibu itu khawatir, akan terjadi sesuatu jika anaknya tetap ikut naik pesawat. Akan tetapi, apa yang terjadi?
Kala ibu itu membangunkan anaknya beberapa jam kemudian, sang anak telah tiada.
Karena itu, yakinlah sebab kematian cuma satu, berakhirnya ajal. Dan sayangnya kita tak pernah tahu kapan waktunya tiba.
Bila setiap hari kita bertanya pada diri sendiri, "Seandainya hari ini adalah hari terakhirku, akankah aku melakukan apa yang hari ini ku lakukan?"
Oh sungguh, jika jawabannya terus menerus 'tidak', apa yang seharusnya kita lakukan?
Ya, tepat sekali, 'harus ada sesuatu yang perlu kita ubah'.
Sebelum penyesalan panjang...