Kamis, 12 Desember 2013

Mengapa Ngga Menulis?

Hayo, kawan ditanya tuh, “Mengapa ngga menulis?”. Semoga tidak ada jawaban, “ngga aja…” ya  photo 07.gif 
Pertanyaan itu pas banget kan, untuk yang minat menulis tapi masih ‘ngga nulis’? Atau yang belum tertarik, yah siapa tahu jadi tertarik bahkan terdorong. Hhe. Kan Robert Duncon pernah bilang “Menulis adalah salah satu cara memangkas bagian permukaan segala sesuatu untuk menjelajahi atau memahami banyak hal.”
Sebenarnya tulisan ini untuk nasihatin diri sendiri, biar pas baca tulisan ini saya jadi ‘terbakar’ untuk segera (tetap) menulis. Soalnya saya penulis pemula. Jadi masih ‘mula’ banget dalam urusan tulis-menulis. Masih kadang-kadang nulis. Hhe. Psstt…sebenarnya yang ditanya itu saya lho. Hhi. Peace ^^v.
Ketika ditanya “Mengapa ngga menulis?”, yang ‘pas’ untuk menjawabnya adalah pertanyaan “Mengapa menulis?”. XD. Setuju? ^^7 Selapan? ^^8 Sembilan? ^^9
Sederhana.  photo 11.gif
Kita perlu ‘strong why’ yang strongly. ^o^. Satu saja, udah bikin kita maksain diri untuk nulis, apalagi banyak? Wah jadi suka dan rela tuh goyangin jari jemarinya, berjam-jam. Hm. (9*-*)9
Kalau diingat-ingat, bagi saya menulis adalah ‘teman’. Teman diatas kertas. Teman yang akan selalu saya temukan kapan pun. Maka bila tidak menulis, itu berarti saya melupakan ‘teman’ -‘teman diatas kertas’. Semakin banyak nulis, semakin banyak teman. ^^/
Kadang saya menulis hal yang menyenangkan, menyedihkan, penuh canda, lontaran pertanyaan, kata motivasi, tulisan kekesalan, juga kadang tulisan yang benar-benar membosankan. Itulah mengapa menulis bagi saya adalah ‘teman’. Teman yang tak kalah ‘keren’nya.  photo 06.gif
Mungkin dua belas alasan menulis ini, bisa jadi bahan bakar untuk memancarkan semangat membara dalam menulis. Ini saya kutip dari buku terjemahan “Daripada bete, nulis aja!”, Judul aslinya “Write Where You Are” Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D. Bukunya keren banget. Hampir tidak mengajarkan cara menulis. Tapi lebih kepada bagaimana menikmati kegiatan menulis itu sendiri. Karena kita belajar menulis dengan melakukan. ;). Yang mau nulis, coba deh baca. Saya berkali-kali baca buku itu, ngga bosen-bosen. Selain emang kebiasaan harus baca berkali-kali ^^ hhe. Karena kadang bisa beda lho, saat membaca, apa yang kita pahami pas pertama kali baca dengan kedua kalinya, atau ketiga, keempat, ketujuh, keseratus kali, kesan yang ditimbulkan pun bisa tak sama. (Jadi kemana-mana deh :D)
Well, ini dia…  photo 51.gif  
1. Menulis membantumu menemukan siapa dirimu. Saat meletakan pena di atas kertas, atau jemari di keyboard dan menuangkan pikiran segala hal tentang diri kita, anything, itu akan membuat kita lebih mudah mengetahui tentang diri kita. Coba deh bandingkan bila tidak menuliskannya. ^^
        Menelaah apa yang sebenarnya kita suka, benci, hal yang menyakitkan, kebutuhan, dan hal lainnya akan membantu memahami diri dan keberadaan kita dengan lebih baik.
2. Menulis membantumu percaya diri dan meningkatkan kebanggaan. Ini beneran lho! ^^ Bila mengingat kembali yang awalnya kertas kosong, halaman-halaman kosong, dan sekarang telah terisi oleh rangkaian huruf yang membentuk kata. Kata membentuk kalimat. Dan, kalimat menjadi paragraf-paragraf. Ditambah dengan hiasan tanda baca. Wah, itu menyenangkan. Dan jadinya ketagihan. Karena setiap tindakan mencipta sesuatu dari nol menimbulkan rasa bangga dan percaya diri.
3. Saat menulis, kamu mendengar pendapat unikmu sendiri. Ya, dengan menulis, we can communicating without filtering and backstop. Hear your ‘unique’ voice. Penulis bukan hanya seorang yang ingin mengatakan sesuatu. Melainkan orang yang telah juga menemukan cara untuk mengatakannya. ^^
4. Menulis menunjukkan hal yang dapat kamu berikan pada dunia.
5. Dengan menulis kamu mencari jawaban terhadap pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan. Bukankah menulis itu termasuk kegiatan berpikir?
6. Menulis meningkatkan kreativitas.  Saat menulis sebenarnya saat itu kita juga sedang membenamkan diri dalam proses kreatif.
7. Kamu dapat berbagi dengan orang lain melalui kegiatan menulis. Mari berbagi~ ^^
8. Menulis memberimu tempat untuk melampiaskan amarah atau ketakutan, kesedihan, dan perasaan menyakitkan lainnya. Ya, bener banget, menulis itu seperti bersin yang melegakan. Menulis bisa menjadi salah satu cara untuk melampiaskan.
9. Kamu dapat membantu menyembuhkan diri dengan menulis. Setiap tindakan mencipta dapat menjadi cara penyembuhan.
10. Menulis memberimu kesenangan dan cara mengungkapkannya. Kalo menulis itu uda jadi hobi, enjoy banget, gue bangett, wah itu akan menjadi hal yang menyenangkan. ^^
11. Menulis membuatmu lebih hidup. Menulis seperti halnya seni manapun. Saya sepakat dengan deidara. Seni itu adalah “LEDAKAN”.
12. Kamu dapat menemukan impianmu melalui menulis. Tuliskanlah apapun yang kamu inginkan, harapkan, semua mimpi-mimpimu. Dan berhati-hatilah atas mimpi-mimpi yang dituliskan! Karena Insya Allah akan menjadi kenyataan‼
        Well, mengapa ngga menulis? (pertanyaan yang memotivasi)  photo 67.gif

2 komentar:

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^