Minggu, 26 Januari 2014

Jono Oh Jono 2


Masih ingat sama cerita Jono? Jono yang kukira akan melakukan hal yang ditakutkan, ternyata tidak demikian. Dia malah asyik mengayunkan badannya dengan tali itu. Gembira sekali. Kalian tahu? Betapa lega aku melihatnya. Rasanya aku terbang melayang. Ups, aku lupa. Hey ..., bukankah dicerita Jono aku ini seekor burung? Ah, saking senangnya aku sampai lupa.  Aku saat itu memang tak henti-henti mengepakkan sayapku. Kali ini, ada cerita tentang Jono yang tak kalah serunya. Iseng lagi buat cerita dari gambar di atas.
 photo 82.gif photo 82.gif photo 82.gif
1. "Sudah sore nih, ayo pulang Jon''.
Seperti mengerti apa yang baru saja ku katakan, Jono segera pulang setelah mengumpulkan beberapa ranting kering.
"Untuk apa Jon?'' Aku tetap bertanya meski aku tahu Jono tak akan mengerti ucapanku. Yah, begitulah aku. Jono hanya menoleh.
 photo 77.gif photo 77.gif photo 77.gif

Rabu, 15 Januari 2014

Resep Memperbaiki Diri


Alhamdulillah, pagi ini masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tulisan ini dibuat sebagai cambuk diriku. Agar setiap kali aku membacanya aku jadi ingat dan semangat. Kucoba untuk membagikan, siapa tahu ada yang juga ikut ‘tercambuk’. Hehe. Bila begitu, ya Alhamdulillah.
Aku mencoba untuk tumbuh setiap harinya meskipun hanya 1%. Karena jika hari ini sama dengan hari kemarin maka kita rugi. Kalau lebih buruk ya celaka. Beruntunglah jika hari ini kita bisa lebih baik dari kemarin meskipun hanya 1%. Sadar bahwa kesempatan hidupku semakin berkurang setiap detiknya. Juga banyak yang ingin aku lakukan selama hidup. Bermanfaat untuk orang lain bukankah sebaik-baiknya manusia? Bagaimana resepnya?
SEDERHANA.
Niat dan mulailah.

Minggu, 12 Januari 2014

Cup of Juice 2

Bila ditanya tentang apa saja kamu menulis, maka jawabnya 'tentang apa saja'. Salah satunya tentang apa yang bisa saya ingat sejak saya bisa mengingat, juga tentang apa yang saya pikirkan selagi masih bisa berpikir. Dan sungguh menarik menuliskan tentang taburan peristiwa kehidupan. Agar menjadi ingatan bahwa kita pernah mengalami sesuatu. Karena menulis tak hanya untuk dipahami tetapi juga untuk memahami. Semoga dapat menikmati cup of juice hari ini. Cerita mini dengan adik bungsu. Namanya Ade. Ada banyak hal yang saya dapatkan saat bersamanya. Me = Saya dan De = Ade. Mari berbagi~
 photo 82.gif photo 82.gif photo 82.gif

*Tak Bisa Sendiri*
Waktu itu sedang asyik membaca buku tentang menulis, Ade datang sambil membawa papan catur. Papan catur yang besarnya hampir mengalahkan Ade yang baru berusia 5 tahun. Ade duduk di samping kiriku. Aku berpura-pura tak melihatnya. Firasatku mengatakan dia akan mengajakku main catur. Seolah tak ingin mengganggu, Ade menyusun bidak-bidak catur itu sendiri. Dan tak disangka susunannya tepat, posisi raja, ratu, menteri, kuda, benteng dan pion. Hingga setelah selesai ia menyusun kedua kubu bidak itu, aku tak mampu menahan godaan untuk bertanya.
 photo 80.gif photo 80.gif photo 80.gif

Sabtu, 11 Januari 2014

Bukan Salah ''Kami''

"Sst, sst, ehm, ehm ...,''
"Su ..., ara dari ..., ma ..., na?''
"Dari bawah, aku dekat kakimu.''
"Siapa? Aku tidak melihat seorang pun?''
"Memang tidak ada siapa-siapa, karena itu aku memberanikan diri mengajakmu bicara.''
"Maksudnya? Jangan membuatku merasa aneh.''
"Kalau begitu, duduklah, kamu akan tahu siapa yang mengajakmu bicara.''
Ku ikuti sarannya sesegera mungkin. Aku penasaran.
"Aku sudah duduk, sekarang tunjukkan dirimu, apa yang kau inginkan dariku?''
"Aku di sampingmu, tepat di samping kananmu, kamu lihat?''
Kepalaku kutolehkan tak hanya ke kanan tapi juga ke kiri, ke depan, bahkan ke belakang, ''Mana, mana, kanan? Tidak ada, pun di mana-mana'' seruku dalam hati, tak sabar.