Kamis, 04 Desember 2014

Apa yang Tidak Bisa?

Hari itu adalah hari dimana sesuatu yang tak pernah saya pikir akan terjadi, terjadi juga. Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dan baru terjawab sekarang. Seandainya dulu saya tidak pasrah. Memang benar apa yang dikatakan Ali ra. , "apa yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak menggunakan akalnya, dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang menggunakan akalnya."

Ya, lebih empat tahun yang lalu, DVD laptop saya rusak. Tapi, karena waktu itu saya menganggap DVD tak begitu penting, jadi ketika tahu DVDnya rusak, saya pasrah. Memang, akhir-akhir ini saya baru menyadari DVD itu ternyata penting juga. Karena beberapa buku yang saya beli, di dalamnya ada bonus kaset. Selain itu ada beberapa buku, mp3, dan video yang ingin saya baca, dengar, dan lihat, tapi dalam bentuk DVD. Software yang sangat saya ingin punya yaitu software untuk belajar berbagai bahasa asing, dijual juga dalam bentuk DVD. Sempat mencoba memperbaikinya di tempat-tempat service laptop, tapi tidak ada yang bisa. Terakhir keputusan, ya menabung untuk membeli DVD eksternal atau beli laptop baru, ah, tapi opsi kedua itu akan membutuhkan waktu yang lama.

Senin, 01 Desember 2014

Pesan dari 'One Litre Of Tears'

Baiklah, tulisan ini terinspirasi film Jepang. Eits, kali ini bukan Naruto. Nah dibagian ending, itu ngena banget pesannya menurut saya. Saduran dari kisah nyata. Sebenarnya film ini bukan terhitung film baru. Bahkan bisa dikategorikan film lama, bingitt.

Mungkin banyak diantara teman-teman yang pernah menonton film ini. "One Litre of Tears", judulnya familiar banget kan? Dulu juga pernah ada versi Indonesianya. Tapi saya tidak nonton. Waktu itu saya masih kecil, jadi belum suka nonton film. Hehe.

Jujur, film itu berhasil menguras air mata saya. Bukan karena sayanya yang cengeng ya, tapi beneran emang sedih filmnya!

Berkisah tentang perjuangan hidup seorang anak perempuan. Aya Namanya. Usianya baru menginjak 15 tahun. Usia yang memasuki tahun pertama SMA.