Hari itu
adalah hari dimana sesuatu yang tak pernah saya pikir akan terjadi, terjadi
juga. Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu dan baru terjawab sekarang.
Seandainya dulu saya tidak pasrah. Memang benar apa yang dikatakan Ali ra. ,
"apa yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak menggunakan akalnya, dan
apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang menggunakan akalnya."
Ya, lebih
empat tahun yang lalu, DVD laptop saya rusak. Tapi, karena waktu itu saya
menganggap DVD tak begitu penting, jadi ketika tahu DVDnya rusak, saya pasrah.
Memang, akhir-akhir ini saya baru menyadari DVD itu ternyata penting juga.
Karena beberapa buku yang saya beli, di dalamnya ada bonus kaset. Selain itu
ada beberapa buku, mp3, dan video yang ingin saya baca, dengar, dan lihat, tapi
dalam bentuk DVD. Software yang sangat saya ingin punya yaitu software untuk
belajar berbagai bahasa asing, dijual juga dalam bentuk DVD. Sempat mencoba
memperbaikinya di tempat-tempat service
laptop, tapi tidak ada yang bisa. Terakhir keputusan, ya menabung untuk membeli
DVD eksternal atau beli laptop baru, ah, tapi opsi kedua itu akan membutuhkan
waktu yang lama.
Nah,
kebetulan sebelum membeli DVD eksternal, adik saya membeli laptop yang ada
DVDnya. Jadi, sementara waktu bisa meminjam punya dia dulu. Akan tetapi, suatu
hari, saat adik saya mencoba memutar kaset di laptopnya, apa yang terjadi pada
laptop saya dulu juga terjadi pada laptopnya. Entah laptopnya yang menolak atau
kaset nya yang tidak mau diputar. Setiap kali kaset dimasukkan selalu tereject dengan sendirinya. Padahal
sebelum-sebelumnya bisa diputar, apalagi laptopnya berumur belum sampai
sebulan.
Ia pun
meminta saya mengotak-atik laptopnya. Tentu saya tidak bisa. Mengetahui apa
yang terjadi, lalu menghubungkan dengan kejadian yang sama di masa lalu, saya hanya bisa berujar, "DVD-mu ini
sudah rusak." Saya lihat matanya berair menahan tangis. "Dulu
laptopku juga DVDnya rusak, kasusnya sama seperti ini selalu tereject juga. Kamu masih mending sempat beberapa
kali memutar DVD, lha aku, baru sekali, setelah itu ngga bisa lagi. Kalau
istilah orang itu, mencicipi. Hanya mencicipi. Hehe." Saya mencoba
menghiburnya. Namun tidak berhasil.
Selang
beberapa jam kemudian, terdengar suaranya tertawa bahagia lalu berkata,
"yes bisa, bisaaaa… hahaha". Segera ia memanggil dan menunjukkan
dengan wajah bangga bahwa DVD itu kini bisa digunakan lagi. Ya, laptopnya tidak
menolak lagi. Melihat kenyataan itu dengan mata kepala sendiri, saya terdiam
seribu bahasa, 'bagaimana mungkin?' pertanyaan itu memenuhi kepala, mata, dan
telinga saya.
Dia
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada DVD itu. Ternyata, DVD itu tidak
rusak, tapi karena ada modem yang terinstal
di laptop, sehingga mengganggu drivernya.
Tidak semua modem menjadi pengganggu, hanya modem tertentu yang kualitasnya
kurang baik. Begitu aplikasi modemnya diuninstal,
DVDnya bisa beroperasi kembali. Saya hanya mengangguk-angguk dengan wajah yang
ah, seperti apalah rupanya, saya tak dapat membayangkan.
Tanpa
basa-basi lagi ia pun menghidupkan laptop saya, mencari dimana file instalan modem kemudian menghapusnya. Setelah
itu ia masukkan kaset ke dalam DVD laptop saya. Sembari menunggu proses,
matanya berbinar-binar menatap mata saya. Seolah di matanya tertulis
"LIHATLAH KEAJAIBAN AKAN TERJADI" sungguh tulisan yang full colour dan bersinar-sinar. Ah, mata saya
tak sanggup melihatnya. Dan benar, TERNYATA laptop saya DVDnya tidak rusak.
Terdengar suara kaset itu berputar dengan semangatnya. Menyaksikan apa yang
baru saja terjadi, saya kembali terdiam, kali ini tidak seribu, tapi sejuta,
terdiam sejuta bahasa, saudara…! "Sesederhana itu kah, masalahnya?"
kalimat itu mendidih di otak saya. Yang mengejutkan lagi, ia mendapatkan
informasi itu dari google. Hal yang dulu tak pernah terpikir ketika saya ingin
memperbaiki DVDnya. Tapi, ini bukan berarti bahwa semua masalah solusinya ada
di google ya, hehe, catet.
"Bayar
50ribu", katanya menggoda saya. Saya hanya tersenyum malu-malu. Baiklah,
dari kejadian itu saya belajar. Kami berdua sama-sama menghadapi suatu masalah
yang sama, tapi ia hanya perlu waktu beberapa jam, sedangkan saya? Empat tahun
lebih, saudara, em-pat ta-hun le-bih…
Karena ia
menggunakan akalnya dan tidak mau menyerah. Hal yang tidak saya lakukan waktu
itu. Sekali lagi, "apa yang bisa dilakukan
oleh orang yang tidak menggunakan akalnya? Dan apa yang tidak bisa dilakukan
oleh orang yang menggunakan akalnya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^