Rabu, 11 Desember 2013

Bila Karena Mentality Strategic

Suka mabuk pas mau naik mobil? Kapal? Pesawat? Kalau naik sepeda? Hhe.
Atau sedang dalam alergi tertentu? Misal, terserang influenza saat musim dingin. Ketika makan 'makanan tertentu' kulit jadi 'bentol-bentol'. Saat sedang stress, jerawat bertumbuhan dan tubuh jadi gendut? Bahkan sebaliknya, ketergantungan sama sesuatu. Bila ngga minum obat 'ini', badan jadi lemah. Dan hal-hal lainnya. 

Saya pun pernah mengalaminya. Tak tanggung-tanggung. Semuanya! Don't worry, coz everything's gonna be OKAY (9'_')9. 

Dua tahun yang lalu, saya juga jadi langganan mabuk setiap kali naik mobil, bus, atau sejenisnya. Setengah jam aja berada dalam situ, saya udah pusing, lemas, muntah, mau nangis T.T, pengen loncat, keluar, dan kalo bisa langsung sampai. hhe. Jangankan masuk, ngeliat mobil yang bakalan saya naikin itu sudah mampu membuat tujuh bintang menari mengelilingi kepala. Meski jaraknya 5 m, ahh aroma 'kepayang' itu nusuk bangett. --"

Alergi? Ya, itu pun tak perlu ditanyakan lagi. hhe. Benar-benar gangguu bangett. Soalnya saya alergi makanan yang enak-enak. T.Ta. Ayam, telur, Udang. Dan hujan. Karena kulit saya akan jadi bentol-bentol. Parahnya, bila sampai menyerang wajah. Wah, keluarga saya ngga dapat mengenali. Udah mirip banget sama monster yang babak belur dikalahin Ultramen. Ditambah lagi alergi dingin. Bila musim penghujan tiba, itu masanya derita. Tenggorakan meradang. Ini bukan maksud mau curhat, hhe. Cuman mau nunjukin, bahwa bila saya bisa, apalagi kawan? ^^b

Oke, langsung aja, itu semua bisa disembuhin kok. Asalkan semua itu ngga terjadi semenjak kita diturunkan ke Bumi (istilah), hhe. Dan dokter juga ngga ngasih lampu merah ke kita, tau kan betapa krusialnya lampu merah dokter? :s Misalnya orang yang kena diabetes atau kolesterol, nah lain cerita, pemirsa. Hhe.

Mengapa demikian? Karena semua itu bisa jadi gara-gara 'mentality strategic' kita selama ini. Apa itu 'mentality strategic'? Menurut buku yang saya baca, judulnya "Terapi Positive Thinking, Mengontrol Otak untuk Sehat Jiwa Raga", yaitu berbagai pikiran yang rutin, kontinu, terprogram, dan dengan batasan tertentu yang terkumpul dalam diri manusia selama kurun waktu dan tempat tertentu disertai sugesti kuat, sehingga hal itu akan menjadi kenyataan pada dirinya ketika waktu dan kondisi menjadi seperti yang dipikirkannya.

Pas nemu penjelasan itu dan membacanya tiga kali, bukan buat mantra ya, ^^a saya jadi mikir keras, jangan-jangan..."jangan-jangan"... 

Lalu saya pun mulai membuat sintesis. Siapa tahu kan? Segala yang terjadi karena 'mentality strategic' saya selama ini.

Sejak kapan saya mulai mabuk mobil? Menjadi alergi? Tentu saya lupa ^^. Mungkin tepatnya tidak tahu. Untunglah, saya tahu siapa orang yang bisa menjawab pertanyaan itu, ya, orang tua. Semua bermula saat kelas satu smp. Diusia yang memang mampu untuk mengalami 'mentality strategic'. Semua pikiran tentang saya mabuk tiap kali naik mobil, ditambah lagi 'pengakuan' keluarga dan teman-teman. Bahwa saya 'pemabuk'. Dan ucapan kakek, bahwa saya ngga boleh makan ayam, telur, udang, dan jangan sampai kena hujan, biar ngga 'bentol-bentol'. Serta kata guru saya pas SMA kelas 1, bahwa 'sakit' yang saya alami sama seperti beliau, alergi dingin. Karena bila suasana dingin, tenggorokan beliau juga meradang. Dan sugesti itu pun semakin hari, semakin kuat, semakin menjadi, NYATA.

"Mabuk? Kelas satu SMP? Terus dulu mengapa pas SD saya ngga mabuk? Masa sih dulu sebelum SMP saya ngga pernah naik mobil?"
"Mama bilang, pas masih kecil, saya tak kenapa-kenapa tuh makan ayam, telur atau udang. Lahap malah. Bahkan saya bandel hujan-hujanan.^^a"

Pernah suatu ketika pas turun dari mobil, kesal karena mabuk, keluar pertanyaan aneh kepada abah. "Bah, Ade kok ngga mabuk sih?" Abah jawab sambil ketawa, "Yaa, kan Ade masih kecil, mana ngerti 'mabuk' itu apa..." Dan saya menanggapi serius, "Jadi, karena Melly tahu mabuk mobil itu apa, makanya Melly mabuk?" :o ". . ."

Well, saya pun mencoba mengeset ulang 'mentality strategic' saya selama ini.

"Saya sehat tiap kali naik mobil. Naik mobil itu menyenangkan. Lebih menyenangkan dari naik motor. Nyamann bangett. Aroma itu, wah tak ada pengaruhnya sama sekali. Bahkan saya tak mencium bau apa pun dimobil ini..."

"Saya sehat tiap kali, makan ayam, telur, atau udang. Bahkan makin sehat dari sebelumnya. Tak terjadi apa-apa sama kulit saya..."

"Hey, bukankah dingin itu mengasyikan? Saya suka saat hujan. Menyenangkan sekali bila musim penghujan. Semua senang. Saya ikut tertawa bersama pepohonan dan katak-katak itu. Tenggorokan saya baik-baik saja dan tak terjadi apa-apa sama kulit saya. Hujan adalah rahmat Allah..."

Meski, sungguh, meski sekalipun mengatakan kalimat-kalimat itu, saya tetap mabuk, tetap alergi, dan harus tetap minum obat yang pahit itu, saya tetap yakin, bahwa semua yang terjadi karena pikiran dan sugesti yang menjadi nyata. Semua memang perlu proses. Nikmati saja, dan yakin.

Setahun kemudian, saya bukan lagi 'pemabuk'. Naik mobil itu benar-benar menyenangkan, tanpa dua butir obat, tanpa siraman minyak angin, tanpa tempelan 'koyok' dimana-mana. Bahkan saya bisa tersenyum riang dan makan 'cemilan', baca buku pun 'hantam saja'. Dulu mah, bicara sepatah katapun tak sanggup. --a

Setahun kemudian, saya 'kebal' makan ayam, telur, udang, setiap hari pun tak terjadi apa-apa dengan kulit saya. Entah apakah karena daya tahan tubuh saya meningkat atau oleh sebab lain. 'Mentality strategic' yang positif, setidaknya membantu proses penyembuhan. Dan tak ada masalah lagi mau dingin, atau hujan. Ternyata kena air hujan itu benar-benar menyenangkan. 

Lamakah setahun? Lama atau sebentar, masa itu telah berlalu dua tahun yang lalu. Tetap sabar. Karena setahun dibandingkan selamanya itu bagaikan titik dengan garis tak hingga.
Tapi, bisa jadi, 'mentality strategic' kawan lebih jitu lebih cepat dari yang diduga.

"Ngantuk tiap kali baca buku", "Setiap kali bangun tidur, badan rasanya sakit, pas minum teh jadi sehat", "Bila kena hujan, kepala saya pusing", "dan sebagainya". Pikiran-pikiran itu bisa jadi nyata lho ketika sugesti yang ditanamkan begitu mencengkram kuat.

That's why, please stop negative thinking to our self. 'Cause it will to be reality.

#Note: ini hanyalah hasil 'pemikiran' saya, yang bisa benar, bisa salah. Satu hal yang ditekankan adalah "pikiran yang kita berikan kepada diri kita dengan sugesti yang kuat, akan menjadi nyata". Waspadalah, waspadalah... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^