Ketika
hari ini membuka facebook, kebetulan membaca status dari teman. Isi statusnya
membuat siapa pun yang membacanya, mungkin akan terpikir tentang nasibnya.
Statusnya
tentang ucapan 'selamat jalan' dan doa untuk teman kami yang dulu satu SMA. Mendengar
kabar teman sebaya meninggal, itu rasanya memang tidak menyangka, kaget.
Teringat
dulu ketika malamnya smsan sama seorang teman, besoknya janjian mau ketemu
karena kami beda sekolah.
Esok
harinya, saya sudah di tempat kami janji bertemu. Namun bukan ia yang datang,
tetapi orang lain yang mengabarkan, bahwa ia telah meninggal.Tentu saja telinga
saya tidak percaya mendengarnya. Bahkan, ketika hadir di pemakamannya pun, saya
masih tidak percaya.
Saya baru percaya begitu namanya disebut, disebut untuk menyampaikan kalau semasa hidupnya ada salah, mohon dimaafkan, bila ada hutang, mohon disampaikan. Ya, ternyata, benar memang dia.
Siapa
pun kita, dimana, dan berapa pun usia kita saat ini, kita semua sama. Sama-sama
tidak tahu kapan waktu kita tiba, kapan giliran kita yang dijemput.
Bicara
siap atau tidak. Rasanya ingin berteriak mengatakan "TIDAK". Tapi,
bagaimanalah, lantaran kita ini adalah manusia yang memang lemah dan terbatas.
Apakah masih ada hari esok untuk kita? Sisa berapa lama lagi kah waktu kita? Sempatkah untuk bertaubat sebelum nyawa dicabut?
Ya
Allah, membayangkan kehidupan setelah mati itu benar-benar menakutkan.
Bagaimanakah nasib kita sesudah itu? Dimanakah kita akan berada?
Bayangkanlah,
kita hidup di kehidupan yang kesempatan sudah tak dapat kita miliki lagi. Kita
hidup dimana penyesalan tak diterima lagi. Di kehidupan yang harinya dipenuhi
hari-hari pembalasan. Kehidupan yang memperlihatkan semua perbuatan kita semasa
hidup di dunia. Sungguh, kehidupan yang tak dapat dibandingkan sama sekali
dengan dunia dulu kita berada.
Duh, bagaimana nasib kita? Bagaimana nasib kita? Bagaimana nasib kita?
Esok, masihkah akan tiba? Esok, masihkah milik kita? Esok, masihkah kita ada?
Karena
kita tak tahu apa yang akan terjadi esok, semoga kita dapat menggunakan waktu
kita yang masih ada ini untuk bertaubat dan melakukan yang terbaik.
Bila
tiba waktuku, kawan, siapapun engkau yang mengenalku, maafkanlah segala
kesalahanku, maafkanlah aku, tolong maafkanlah...
“Semua
yang datang dari Allah, akan kembali kepada Allah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^