Jumat, 16 Januari 2015

Rahasia Di Atas 100%

Hai, hai, hello, hello, hai…

Yeap, saya memang sedang senang hari ini, senangnya seperti melihat durian nenek saya, buahnya runtuh, hehe. Lebay? Iya, sesekali, hihi.

Ah, bagaimana tak senang? Lagi, saya menemukan rahasia. Tepatnya sih, dikasih rahasia. Nah, karena ngga ada perjanjian rahasia itu harus ditutup rapat-rapat, maka tak berdosa dong bila saya membocorkannya?

Semoga kawan-kawan semua sudah pernah mendengar rahasia ini, lho?! Iya, karena rahasia ini lebih baiknya kalian sudah mengetahuinya lebih dulu dibandingkan saya yang baru mengetahuinya.

Penasaran? Itulah yang saya harapkan, hehehe. Uhm, sebelumnya, maaf ya, rahasia ini hanya untuk mereka yang ‘ambisi’ terhadap ilmu, mereka yang tak bosan belajar, dan untuk mereka yang selalu ingin meningkatkan kemampuannya.

Tapi, entah kenapa hati saya yakin, bahwa kawan-kawan semua adalah orang-orang yang seperti itu. Ini memang rahasia kecil, kawan. Rahasia yang setiap orang mungkin sudah mengetahuinya, tapi, bagaimana jika ada yang belum tahu? Untuk itulah saya tetap ingin membocorkannya walaupun kemungkinan besar ini bukan lagi rahasia.

Oke, sudah cukup basa-basinya, ya.

Nah, kita mulai dengan sekilas info yang perlu diungkapkan sebelumnya, mengingat info ini ada hubungannya dengan rahasia ini. Info tentang perolehan persentase daya ingat kita terhadap ilmu dari cara kita belajar.

Dikatakan bahwa, kita akan memperoleh sebesar 20% daya ingat terhadap ilmu dari membaca, 30% dari mendengar,  40% dari melihat, mengucapkan 50%, melakukan 60%, dan kita akan mendapatkan 90% jika kita belajarnya dengan melihat + mengucapkan + mendengar + melakukan.

Tapi, tahukah kawan, kita bisa memiliki daya ingat terhadap ilmu dengan persentase di atas 90%, bahkan mungkin di atas 100%? Bagaimana caranya? Inilah rahasianya. Rahasia yang latarbelakangnya dijelaskan begitu panjang lebar namun rahasianya hanya hanya satu kata, hehe.

Rahasia agar kita bisa belajar dengan perolehan di atas 100% adalah dengan “mengajarkannya”. Ya, mengajarkan apa yang kita pelajari, mengajarkannya kepada orang lain.

Kawan mungkin pernah mendengar petuah ini, “Aku mendengar, maka aku tahu. Aku melihat, maka aku ingat. Aku melakukan, maka aku mengerti.” Sepertinya kita perlu menambah satu kalimat lagi, ‘Aku mengajarkan, maka aku menguasai’ atau ‘Aku mengajarkan maka aku ahli’, atau ada usulan? ^^a

Ah, lega, sudah membocorkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^