Rabu, 21 Januari 2015

Filosofi Deret Aritmetika

Untuk mencapai tujuan atau cita-cita, setiap orang punya langkah yang berbeda-beda, bukan begitu?

Nah, karena berbeda-beda, maka akan terbagi menjadi beberapa golongan.

Golongan ini dikategorikan dengan langkah ala matematika. Filosofi materi deret aritmetika versi saya. Hehe.

Termasuk golongan yang manakah kita?

Ada yang menggunakan langkah begini,
1+2+3+4+5+...+~

Langkah-langkah yang maju dan mengalami peningkatan. Merekalah orang-orang yang persistancenya tinggi, tidak hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Tujuan mereka akan tercapai.

"Hari ini harus lebih baik dari kemarin", begitulah prinsip mereka.

Yang seperti ini juga ada,
1+1+1+1+1+...+1
Golongan ini persistancenya juga tinggi. Mereka juga bisa dikatakan orang-orang yang bekerja keras. Namun mereka hanya bekerja keras, langkah yang tanpa disertai kerja cerdas.


"Melangkah setiap hari, perlahan tapi pasti", mungkin itulah prinsip mereka. Suatu hari nanti, mereka pun akan mencapai tujuannya.

Selain itu, ada lagi yang melangkahnya gini,
1+0+1+0+1+0+...+1

Langkahnya kadang terhenti, terhenti karena ia menunda-nunda apa yang seharusnya ia lakukan untuk meraih tujuannya.

Apakah golongan ini akan mencapai tujuannya? Kemungkinan, ya, suatu hari nanti.

Bila ia mengubah dirinya dengan langkah yang selalu maju, tidak maju mundur lagi, ia masih punya kesempatan meraih tujuannya.

Merasa selalu punya nanti, mungkin begitulah tipe golongan ini.

Selanjutnya, golongan terakhir menurut saya, kalau ada yang mau menambahkan lagi, silahkan.

Golongan ini adalah golongan yang ingin mencapai tujuan dengan cara yang impossible. Mengapa impossible? Karena mereka adalah orang-orang yang punya tujuan atau cita-cita, tapi tak punya usaha.

Beginilah langkah mereka,
0+0+0+0+0+0+...+0
Ah ya, apakah ini disebut melangkah?

Kita semua tahu, bilangan 0 ditambah dengan seberapapun banyaknya 0, hanya menghasilkan angka 0. Sungguh, mengharapkan angka 1 saja, jika masih ditambahkan dengan 0, peluangnya 0%.

Mereka bermimpi, tapi sayangnya mereka tidak 'bangun'.

Semoga kita semua tidak termasuk golongan yang terakhir dan, semoga kita termasuk golongan yang pertama.

"Step forward daily"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^