Kamis, 23 Oktober 2014

Bila Lampu di Kepala Menyala

"Duhai lampu di kepalaku, mengapa engkau menyala sekarang? Aku lelah, aku ingin istirahat."

"Keluarkan aku sekarang juga. Ada sesuatu yang menakjubkan; ide."

"Nanti saja ya..."

"Sekarang juga. Kalau tidak, aku akan segera meredup dan kepalamu akan kembali gelap."

"Oh, lampu yang ada di kepalaku, mengapa engkau begitu seenaknya? Engkau menyala tak pedulikan waktu. Bahkan kadang kau juga begitu teganya, di saat aku ingin kamu menyala, seperti apapun aku memintamu kau tidak mau jika kau tak ingin."

"Begitulah aku, karena itu kau harus selalu siap. Aku bisa menyala kapanpun aku mau. Bisa saat kau terbangun tengah malam, ketika kau sedang makan, melamun, naik kendaraan, atau disaat kau sibuk sekalipun aku bisa menyala. Namun, sayangnya aku tidak bisa menyala berlama-lama. Tahukah engkau, dalam hitungan detik aku bisa saja kembali meredup. Lebih dari itu, boleh jadi dalam waktu yang lama aku baru bisa menyala kembali. Dan kau pun menyesal."


"Menyesal?"

"Ya, engkau akan menyesal karena belum tentu aku bisa menceritakan ide yang sama, atau sebrilian yang sebelumnya. Karena itu, sebelum kepalamu kembali gelap, begitu kau tahu aku menyala, bersegeralah keluarkan aku atau kau menyesal."

"Tapi mengapa aku harus mengeluarkanmu? Bagaimana jika aku mendengarkanmu di dalam kepala saja?"

"Jangan, jangan kau lakukan itu, aku harus di keluarkan, karena aku akan lebih mudah menjelaskannya di luar kepala daripada di dalam kepala, kau pun akan dapat menangkap dan melihat ide itu secara jelas serta membuatnya menjadi lebih menakjubkan"

"Mengapa demikian?"

"Ah, kamu terlalu lama, kamu seharusnya mengerti mengapa, cepat segera keluarkan aku, sebelum aku meredup, sebelum kepalamu gelap, kau tak akan mendapatkan apa-apa."

"Oh, Nooo"

"Sayang sekali, aku meredup sekarang."

*gelap*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^