Kamis, 23 Oktober 2014

Putri Tidur

Aku dan beberapa temanku dalam perjalanan ke sebuah pintu gerbang yang terletak di ujung hutan. Pintu gerbang itu adalah penghubung menuju kerajaan langit. Kami berangkat pada malam hari dengan kereta kencana, ya aku seorang putri, Putri Tidur.

Tapi aku bukanlah Putri Tidur yang seperti di dongengkan banyak orang. Yang dijuluki Putri Tidur yang tertidur setelah makan apel dari si penyihir jahat. Aku juga tak mengerti, yang kutahu hanyalah namaku Putri Tidur. Apakah karena aku suka tidur atau 'Tidur' itu memang sebuah nama tanpa makna.

Dalam perjalanan, entah bagaimana ceritanya aku terpisah sendirian mengendarai kereta, saat ada penjahat yang mengejar kami. Mereka berpakaian serba hitam dan menggunakan topeng seperti batman. Namun sesaat sebelum terpisah pas di persimpangan, aku melihat dengan jelas, bahwa kereta kencana yang kami gunakan membelah diri layaknya amoeba membawa teman-temanku ke sisi kanan dan aku ke sisi kiri. Pun para penjahat bertopeng, berpencar mengejar kami.


Aku yang terjebak sendirian, mengendarai kereta sendirian, berjuang sendirian berlari dari kejaran penjahat bertopeng, panik, takut, ah serasa jantungku ingin meledak. Bagaimana tidak? aku berada di tempat yang aku tak mengenalnya sama sekali, "dimana aku?" Aku tahu, arah kanan yang dituju teman-temanku adalah arah yang benar, sedangkan aku? Aku berada di jalan yang diapit dinding jurang tinggi sekali, suasana yang menyeramkan, dan gelap yang aneh, tak seperti gelapnya malam.

Ditengah ketakutanku, tiba-tiba ada dua ekor kuda kembar berwarna abu-abu datang mendekat. Hey mereka dapat terbang, ya, mereka punya sayap. Entah mengapa pemandangan ganjil seperti itu sudah terasa biasa saja dimataku.

Saat tepat berada di depanku
mereka berkata, "Putri, bagaimana jika ini hanya mimpi?" Hey, mereka juga dapat berbicara, tidak, fenomena ini tidak aneh sama sekali.

Aku membenak, berkata dalam hati, "ya, mungkin mereka benar, bukankah aku Putri Tidur? bisa saja ini mimpi, bisa saja sebenarnya saat ini aku berada bersama teman-temanku di kereta itu, namun aku tertidur dan bermimpi seperti ini?"

Tanpa menunggu jawabanku, kuda-kuda itu melanjutkan perkataannya sebelum pergi. "Karena itu, jangan takut Putri, tetaplah terus menuju ke arah depan, pikirkanlah bahwa Putri sedang ingin menuju ke pintu gerbang itu". Lalu mereka pergi tanpa sempat aku mengucapkan 'terimakasih'.

Ya, perlahan ketakutanku mulai hilang. Kemanakah penjahat bertopeng yang mengejarku, aku tak melihatnya, mungkin dia tersesat.

Bagaimana dengan teman-temanku di sana? Maksudku bagaimana keadaan kami di alam nyata? Meskipun sebenarnya aku tidak tahu apakah aku sedang bermimpi atau ini memang nyata. Tapi yang penting, "bagaimana mereka?"

Saat aku memejamkan mata, aku dapat melihat apa yang terjadi pada mereka, mereka sedang bertarung dengan penjahat bertopeng itu, dan mereka menang. Aku tersenyum.

Singkat cerita, sampailah di depan pintu gerbang penghubung ke kerajaan langit. Hey, siapa yang sampai? Bukan, bukan aku, eh... itu... bukan pula teman-temanku, tidak salah lagi, mereka adalah penjahat bertopeng.

Mereka mencoba untuk masuk, tapi tak bisa. Mencoba dengan sekuat tenaga mengerahkan segala kemampuan yang ada, dan pintu itu pun terbuka. Ya, terbuka. Tapi bukan karena kekuatan mereka, namun ada yang membukakan.

Siapa yang membukakan?

A-k-u?

Sebenarnya aku juga terkejut, sama seperti terkejutnya penjahat bertopeng itu saat berseru, "P-u-t-r-i T-i-d-u-r?" Yah, begitulah ceritanya. Aku tersenyum, membayangkan ekspresi wajah mereka di balik topeng itu.

*CUT*
Dan, drama itu pun selesai. Oh, ya, ternyata kami sedang syuting film...

Aku terbangun..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^