Kamis, 23 Oktober 2014

Yang Tak Pernah Kembali

Dua minggu satu hari, berlalu begitu saja. Dan waktu itu tinggal dua hari sejak tanggal deadline revisi ditetapkan. Apa yang aku lakukan selama dua minggu satu hari? NOTHING!

Dua hari mengerjakan revisi benar-benar melelahkan. Hasilnya seadanya dan, dimarahin habis-habisan oleh dosen.

"KENAPA BARU SEKARANG?"

Apakah aku menyesal? JELAS, sangat menyesal. Rasanya ingin mengutuk diri sendiri jadi batu.

Ah, seandainya waktu bisa diputar kembali. Sayangnya itu tidak akan terjadi, tidak akan pernah.

Menyesal memang. Tapi aku bersyukur karena penyesalanku masih berguna, aku bisa belajar dan memperbaikinya. Tak dapat ku bayangkan jika menyesal di akhirat kelak. Penyesalan terbesar dan tak ada gunanya. Meskipun begitu, janganlah menyesal sepertiku, kawan...
Dari kejadian itu, aku belajar.

Sebagaimana aku ingin memulai melakukan revisi pada dua minggu yang telah lewat, sebagaimana itu pula aku yakin dua minggu dari sekarang, aku akan berharap untuk memulainya hari ini.

Percayalah, bahwa sangat mungkin terjadi, seminggu, sebulan, atau setahun dari sekarang kawan, engkau akan sangat berharap untuk melakukannya hari ini, jam ini, dan detik ini juga. Aku contohnya...

Bila engkau ternyata melakukan apa yang ku lakukan, seperti menunda atau menyia-nyiakan waktu. Inilah yang dapat kusampaikan, "Tolong jangan menyesal sepertiku, sekali lagi ku ungkapkan, rasanya benar-benar ingin mengutuk diri sendiri jadi batu, sungguh!"

Bagaimana tidak? AKU hanya mendapatkan waktu 2 HARI yang BERHARGA dalam 2 MINGGU, sementara tak sedikit MEREKA yang mendapatkan 2 MINGGU yang BERHARGA dalam 2 HARI.

Jika kita melihat kalender dari sekarang, ada sekitar 269 hari lagi yang bisa kita gunakan sebelum tahun berganti. Masihkah kawan ingat resolusi yang ingin dicapai tahun ini? Kabar baiknya kawan, MENGEJUTKAN sekali, kita sesungguhnya bisa mendapatkan 269 hari yang berharga itu dalam waktu 30 hari, atau boleh jadi dalam 7 hari.

Caranya, kita hanya harus menggunakan waktu sebaik mungkin, menghargai tiap menitnya, dan tidak menyia-nyiakannya. Ketahuilah, sementara kita menunda, waktu dan kehidupan terus berlangsung.

Waktu tak akan pernah kembali, begitu kita kehilangannya kita tak akan dapat menemukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^