Berada di
zaman apa kita? Dulu, kalau saya mendengar ada orang yang mengatakan zaman
sekarang zaman edan, saya tidak percaya. Setelah membuka mata lebar-lebar, IYA
ternyata! Iya zaman edan! Sebenarnya menggunakan kata 'edan' itu agak kurang
enak, kesannya 'kasar'. Tapi, gitu kenyataannya, mau ditutupi, mencari sebutan
yang 'halusan' dikit, gimanaa gitu. Lha iya!
Coba, zaman
sekarang orang yang berbuat baik malah dibilang carmuk. Orang yang tidak mau
melakukan perbuatan maksiat, eh dituduh sok alim. Muslimah yang berhijab syar'i
dilabeli kuno, ngga fashionable, dan
dikata akan sulit dapat jodoh. Kalau ada yang menyampaikan tentang kebenaran,
menyampaikan Islam, terus tidak mau mengikuti perkara yang bertentangan dengan
Islam, apa sebutannya? Ya, dicap radikal, garis keras.
Minuman keras
itu haram kan, tapi sekarang orang jual
itu boleh ngga? Boleh, tepatnya dibolehin. Menghilangkan nyawa orang itu dosa kan, aborsi itu menghilangkan nyawa ngga?
Bahkan aborsi menghilangkan nyawa dengan sengaja, sekarang pelakunya diapain?
Di-lin-du-ngi. Dulu sih, masih malu-malu korupsi, transaksinya di bawah meja,
Sekarang? Terang-terangan di atas meja, pun meja-mejanya diembat. Pacaran itu
boleh ngga dalam Islam? Tapi coba lihat di tv-tv, di sinetron atau film-film,
ngajarin pacaran, kan? Acara gosip dan ramalan bintang yang jelas termasuk
dosa, sudah menjadi santapan lezat sehari-hari.
Zaman
sekarang, jujur itu mahal. Menyontek, menyuap, ah udah biasa. Kasus-kasus hamil
diluar nikah bukan fenomena tabu lagi. Orang bunuh diri semakin sering terjadi.
Perilaku di zaman sekarang lebih keji lagi dari binatang. Zaman sekarang ada
anak yang menuntut orang tuanya, melaporkannya ke polisi, menggugat ke
pengadilan, seperti kasus nenek Fatimah lalu, oh teganya. Yang lebih tega
lagi, Supardi warga Karangploso 14,
Bangkingan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, apa yang dilakukannya? Dia sungguh tega
memenggal kepala ibunya sendiri, tak cukup itu, ia memakan dengan lahapnya hati
ibunya sendiri. Duh, zaman sekarang. Ada juga berita seorang anak memperkosa
ibunya, ayah memperkosa anaknya sendiri sampai hamil, bahkan ada seorang ayah
di Zimbabwe yang tega memperkosa anaknya yang masih berusia satu tahun.
Belum lagi
zaman sekarang, kebutuhan pokok dan barang-barang bukannya turun malah semakin
naik, TDL naik, BBM rasanya baru kemarin dinaikkan, ini mau dinaikkan lagi.
Banyak yang putus sekolah gara-gara biaya sekolah yang semakin tinggi. Tak
sedikit orang yang meninggal kadang-kadang hanya karena tak ada biaya untuk
berobat. Pengangguran semakin bertambah, apalagi bila pasar bebas sudah masuk,
akan semakin bertambah banyak lagi pengangguran karena kalah kualitas SDM,
bisa-bisa paman jualan pentol itu bule,
orang asing.
Ah, kalau
semua kerusakan yang terjadi di zaman sekarang dituliskan, niscaya akan jadi
daftar yang sangat panjang. Pasrahkah kita dengan kondisi seperti ini? sekarang
bukan lagi era aku, tapi era kita. Ini adalah masalah kita bersama. Tak hanya
pemimpin yang diminta pertanggung jawaban, kita pun demikian. Tidak mustahil sebenarnya untuk mengubah
keadaan zaman sekarang, bila kita mau mengubahnya. Sungguh Allah akan membantu
kita untuk mengubah kondisi ini karena Allah telah berjanji,
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu
mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas
perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada
diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu
kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung
bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd: 11)
Bagaimana
solusi yang harus kita lakukan? Setelah melakukan pengkajian yang begitu
mendalam, Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama, mujtahid, hakim
pengadilan (Qadi) di Palestina, yang merupakan cucu dari ulama besar pada masa
Khilafah Utsmaniyah, Syeikh Yusuf An-Nabhani, menerangkan bahwa hanya ada satu
solusi yaitu KHILAFAH. Karena itulah, cara kita untuk mengubah kondisi sekarang
adalah dengan memperjuangkan Khilafah. Yuk ngaji! Yuk berjuang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^