Kamis, 23 Oktober 2014

Dua Jalan

Bismillah. Tulisan hari ini dibuka dengan ayat-ayat cinta dari Sang Pencipta. Teruntai indah dalam 10 ayat pertama surah Asy-Syams. Renungkanlah...

1. Demi matahari dan cahayanya dipagi hari,
2. dan bulan apabila mengiringinya,
3. dan siang apabila menampakkannya,
4. dan malam apabila menutupinya,
5. dan langit serta pembinaannya,
6. dan bumi serta
penghamparannya,
7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.


Sungguh, Allah bersumpah demi matahari, demi bulan, siang, malam, langit, bumi, bahkan demi jiwa itu sendiri bahwa kita diberikan dua jalan. Hanya dua. Tidak lebih. Tidak kurang. Jalan fasik atau jalan takwa. Lalu jalan apa yang akan kita pilih?

Dalam hidup kita memang dihadapkan pada dua jalan. Satu yang benar (jalan takwa), dan satunya lagi salah (jalan fasik).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jalan yang salah sangatlah mudah ditempuh, tapi dijalan yg benar akan sangat sulit, banyak resiko, dan masalahnya.

Di jalan yang salah, awalnya kita akan merasa bahagia.
Tapi pada akhirnya, kita akan KALAH, akan rugi. Meski di jalan yang benar kita harus tertatih, mengambil resiko, dan bahaya, tapi pada akhirnya kita akan MENANG, akan beruntung.

Berada di jalan manakah kita?

Jika tidak berada di jalan yang benar, maka PASTI kita berada dijalan yang salah. Tidakkah itu membuat kita takut?

Lantas bagaimana kita tahu apakah kita berada di jalan yang benar atau berada di jalan yang salah? Bagaimana caranya agar kita yakin 100% bahwa kita PASTI berada di jalan yang benar?

Sederhana, kita hanya perlu menjawab pertanyaan ini, "yang benar itu menurut Allah atau menurut manusia?"

#yukngaji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^