Kadang hidup itu hanya sesulit pikiran
kita. Masalah yang dihadapi sering tak serumit yang kita bayangkan.
Sederhana...
Misalnya saja, saat kita sadar bahwa kuda yang kita kendarai itu mati, apa strategi yang terbaik untuk mengatasinya?
Ya, benar, sesederhana itu, strategi terbaiknya ya turun dong dari kudanya, hehe.
Cari kuda yang hidup, kalau tak ketemu, toh kita masih punya kaki yang kuat untuk berlari.
Namun, sayangnya tak banyak mereka yang berpikiran seperti itu. Berpikiran sesederhana itu.
Ada kok yang tetap memaksa kuda itu berjalan, berharap keajaiban datang dan 'que sera sera' kuda itu kembali hidup. Ada juga yang pasrah, karena kudanya mati, dia tak tahu harus berbuat apa, tetap duduk disitu dan meratapi. Bahkan ada juga lho, yang saat sadar kudanya mati, dia malah marah-marah pun kepada setiap orang yang lewat.
Misalnya lagi nih, saat kita kehilangan jam tangan terjatuh di tempat yang penuh tumpukan kayu-kayu dan di antara rimbunnya rerumputan. Gimana dong nyarinya, hayo?
'Tenang', mudah kok. Tak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Don't panic.
Caranya, "sst, diam, tenang, dan dengarkan..."
Tik, tik, tik... Ketemu deh. Kita menemukannya hanya saat kita dalam keadaan tenang, itu membuat detak jarum jam terdengar jelas.
Begitulah, ketika kita tenang dalam menghadapi masalah, justru akan memudahkan kita untuk melihat pintu jalan keluarnya.
Kadang hidup itu hanya sesulit pikiran kita...
Sederhana...
Misalnya saja, saat kita sadar bahwa kuda yang kita kendarai itu mati, apa strategi yang terbaik untuk mengatasinya?
Ya, benar, sesederhana itu, strategi terbaiknya ya turun dong dari kudanya, hehe.
Cari kuda yang hidup, kalau tak ketemu, toh kita masih punya kaki yang kuat untuk berlari.
Namun, sayangnya tak banyak mereka yang berpikiran seperti itu. Berpikiran sesederhana itu.
Ada kok yang tetap memaksa kuda itu berjalan, berharap keajaiban datang dan 'que sera sera' kuda itu kembali hidup. Ada juga yang pasrah, karena kudanya mati, dia tak tahu harus berbuat apa, tetap duduk disitu dan meratapi. Bahkan ada juga lho, yang saat sadar kudanya mati, dia malah marah-marah pun kepada setiap orang yang lewat.
Misalnya lagi nih, saat kita kehilangan jam tangan terjatuh di tempat yang penuh tumpukan kayu-kayu dan di antara rimbunnya rerumputan. Gimana dong nyarinya, hayo?
'Tenang', mudah kok. Tak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Don't panic.
Caranya, "sst, diam, tenang, dan dengarkan..."
Tik, tik, tik... Ketemu deh. Kita menemukannya hanya saat kita dalam keadaan tenang, itu membuat detak jarum jam terdengar jelas.
Begitulah, ketika kita tenang dalam menghadapi masalah, justru akan memudahkan kita untuk melihat pintu jalan keluarnya.
Kadang hidup itu hanya sesulit pikiran kita...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^