Kamis, 23 Oktober 2014

Kelinci, Where Are You?

Hay, permisi, numpang tanya, ada yang melihat kemana perginya kelinci?

Saya adalah kura-kura yang sedang mencari kelinci. Oh, jangan menatap saya aneh seperti itu...

Saya tahu kok, saya tak akan menantangnya untuk lomba lari lagi. Kelinci pasti telah belajar dari kesalahannya.

Jika diadakan lomba lagi, sudah jelas siapa pemenangnya. Iya, sang Kelinci. Dia memang pelari yang cepat.

Untuk apa saya mencarinya ya? Saya ingin mengajaknya bekerja sama. Ada lomba lari, tapi rutenya tak hanya melewati jalur darat tapi juga melewati jalur air, nah saya yakin jika kami berdua bekerja sama, kami pasti akan menang.

Caranya ya? Sederhana. Saat lomba lewat jalur darat, Kelinci kan cepat banget tuh larinya, aku pasti kalah. Jadi solusinya, aku tinggal naik dipundak Kelinci. Nah, pas melewati jalur air, Kelinci kan ngga bisa berenang, dia pasti kalah, jadinya gantian Kelinci yang naik di punggungku. Kami team yang hebat bukan?

Oia, saya juga ingin berterimakasih pada Kelinci. Karena dia telah menantang saya untuk lomba lari, saya Jadi belajar beberapa hal.

Pertama, saat saya mengalahkan Kelinci dalam lomba lari karena Kelinci ketiduran. Terus terang, saya tak pernah mengira. Dari situ saya mengerti satu hal, bahwa orang yang hebat, jika dia berhenti berusaha, berhenti untuk mengasah keahliannya, akan dikalahkan juga oleh orang yang meski perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit tetapi terus konsisten berusaha, akhirnya akan sampai juga dipuncak.

Kedua, saat Kelinci mengajak saya untuk lomba lari lagi, tentulah Kelinci yang menang. Nah, dari situ saya sadar. Bahwa seperti apa pun usaha saya, jika orang yang ahlinya juga berusaha sama besarnya, tentu saya kalah. Karena memang, lari di daratan adalah keahlian Kelinci, itu seperti kelebihan baginya dan kelemahan untuk saya. Coba lombanya lewat jalur air, Kelinci pasti kalah kan? Jelas, bahwa lari di air adalah keahlian saya, dan itulah kelemahan Kelinci.

Nah, saya menyimpulkan bahwa kita harus bertarung dengan kelebihan kita, bukan dengan kelemahan kita.

Ketiga, saya menemukan cara untuk kami bisa sama-sama menang, sama-sama bisa mencapai tujuan. Ya, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, kami perlu bekerja sama. Saya menutupi kelemahan Kelinci dan sebaliknya, Kelinci juga menutupi kelemahan saya.

Eh, ngomong-ngomong tahu ngga nih dimana Kelinci? ^^a
Kalau ketemu, tolong bilang ya, Kura-kura mencarinya...
Thanks. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^