Sekarang
telah pukul 12 lewat 9 menit, aku terbangun. Ada hal yang mengganggu pikiranku.
Ah, aku lupa membuat tulisan untuk hari minggu.
Sekarang sudah senin. Sekitar seminggu yang lalu aku berkomitmen untuk menulis setiap hari dan mengumumkannya di facebook, tapi hari minggu tadi aku tidak menulis.
Apakah aku seorang pecundang, kawan? Oh, semoga tidak. Karena seorang pecundang dialah orang yang tidak mau memperbaiki kesalahannya, dia yang putus asa bangkit dari kegagalannya, dia menyerah dengan keadaannya.
Sekarang sudah senin. Sekitar seminggu yang lalu aku berkomitmen untuk menulis setiap hari dan mengumumkannya di facebook, tapi hari minggu tadi aku tidak menulis.
Apakah aku seorang pecundang, kawan? Oh, semoga tidak. Karena seorang pecundang dialah orang yang tidak mau memperbaiki kesalahannya, dia yang putus asa bangkit dari kegagalannya, dia menyerah dengan keadaannya.
Karena itu, pertama, maaf. Maaf kepada kawan-kawan yang mempercayaiku, kepada diriku sendiri, dan kepada siapa saja yang menjadi saksi atas komitmenku minggu lalu pun kepada Allah, sungguh, maaf. Kedua, Aku akan memperbaiki kesalahanku. Apakah aku punya kesempatan itu, kawan? Aku jadi membayangkan apa yang akan kalian katakan dan itu membuatku tersenyum sendiri, mungkin seperti ini, "setiap orang 'get a second chance, every second'. Setiap kali berbuat salah, selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya. Berapa kali pun gagal, selalu ada harapan untuk bangkit." (Aku hanya ingin berbaik sangka). Dan ketiga, terimakasih. Terimakasih untuk tetap percaya, dukungannya, dan kesempatanya. (Lagi, aku ingin berbaik sangka).
Ini mungkin hanya sebuah catatan kecil, namun penting. Catatan ini akan menjadi semacam reminder dan 'bumbu' untuk episode kehidupanku. Bahwa dalam 10000 catatan yang akan kutulis, catatan ini termasuk salah satunya. Dan semoga catatan ini memberikan pesan tersendiri untuk kawan sekalian.
"Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^