Kamis, 23 Oktober 2014

M.E.L.I.H.A.T

Mari kita mulai dengan kata MELIHAT.

Melihat.

Oke, kita sudah mulai dengan kata itu.

Apa yang anda pikirkan?
*ala facebook*

Mata? Ya, itulah yang juga terlintas dipikiran saya saat memikirkan kata melihat.

Lalu saya pun mencoba tanya-tanya sama si google, "fakta unik tentang mata". Dan saya menemukan satu fakta yang unik, salah satunya adalah bahwa kita sebenarnya tidak melihat dengan mata, tapi melihat dengan otak (saya lebih setuju jika maksud 'otak' disitu adalah 'akal').

Jadi, apa melihat itu sebenarnya?


Saat kita melihat sesuatu atau kejadian, kita sebenarnya hanya "menyaring dan berinterpretasi", mencari arti. Sebelum kita 'mendapatkan' arti yang sebenarnya dari sesuatu atau kejadian itu kita belum benar-benar dikatakan 'melihat'.

Ada sebuah petuah bijak tentang 'melihat'.

"Semakin dekat yang kau lihat, semakin sedikit yang kau lihat".

Seperti halnya kita melihat orang-orang yang sudah expert, janganlah kita lihat bagaimana mereka sekarang, tapi lihatlah lebih jauh, perjalanan yang telah mereka tempuh, lihatlah 10000 jam yang mereka habiskan, maka banyaak sekali yang akan kita 'lihat'.

Atau dalam kasus lain, ingat kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa? Kalau kita melihat apa yang dilakukan Nabi Khidir, mulai dari melubangi perahu nelayan miskin, membunuh anak kecil, hingga membangun reruntuhan rumah tua, jika kita hanya 'melihat' itu, kita pun akan berpikiran sama seperti Nabi Musa. Kita tidak akan benar-benar 'melihat'.

Karena apa?

"Semakin dekat yang kau lihat, semakin sedikit yang kau lihat".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^