Karena keyakinan, seseorang dapat melihat
sesuatu yang tak dapat dilihat oleh mata. Mendengar sesuatu yang tak mampu
didengar telinga. Mempercayai sesuatu yang tak dapat dijangkau oleh akal. Yang
mustahil boleh jadi mungkin baginya.
Karena keyakinan, seseorang bisa sekokoh karang,
berani laksana singa, memilih disiksa daripada meninggalkan sesuatu yang ia
yakini –bahkan memilih mati. Yang lain ragu, ia percaya. Yang lain takut, ia
berani.
Karena keyakinan pula, tak peduli seluruh dunia
menjauhi, semua orang membenci, dan banyak yang menyerah pergi. keyakinan yang
mengakar kuat di hati, membuatnya tetap bertahan gagah berdiri. Tak goyah
dengan jalan berduri.
Karena ini tentang keyakinan bukan khayalan.
Keyakinan yang sama dengan keyakinan sungguh
Allah itu ada. Yang setara dengan keyakinan neraka dan surga itu nyata.
Keyakinan yang pasti, sepasti malam dan siang yang berganti. Sekali lagi, ini
tentang keyakinan bukan khayalan.
Karena keyakinan itulah musuh menjadi gentar
hatinya. Takut akan kekuatan keyakinan itu. Siang malam mengatur strategi agar
keyakinan itu mati. Melakukan tipu daya kesana kemari, mencari bantuan ke
penjuru negeri hingga membuat senjata yang super canggih tuk memerangi.
Karena keyakinan itulah seseorang yang mungkin
biasa saja, tak berotot kekar dan berbadan besar. Tak punya kekuatan bak
Superman. Tak bisa sihir seperti Harry Potter. Namun sangat ditakuti. Ditakuti
musuh yang membenci.
Karena keyakinan itulah yang akan mengguncang
dunia. Mengganti ideologi rusak yang menjadi hegemoni. Menyebabkan revolusi.
Menyelesaikan permasalahan yang kini umat hadapi. Menyelamatkan generasi. Dan
Islam akan jaya kembali.
Hari ini keyakinan itu dianggap utopis oleh
orang yang meragukan. Saat ini keyakinan itu ditertawakan oleh mereka yang
menganggapnya mustahil. Tapi suatu hari nanti mereka akan menyaksikan. Melihat
keyakinan itu menjadi kenyataan. Sungguh, ini tentang keyakinan bukan khayalan.
Keyakinan akan janji Allah yang pasti. Keyakinan
Khilafah tegak kembali dan syariah sempurna diterapkan lagi.
“Di tengah-tengah kalian
terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan
mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah
yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.
Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian
akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia
akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak
mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang
menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan
ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam.” (HR.
Ahmad)
“Dan Allah telah
berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan
amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa
dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka,
sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap
menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan
barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah
orang-orang yang fasik.” (QS An Nuur: 55)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^