Jumat, 17 Oktober 2014

Ini Tentang Keyakinan Bukan Khayalan


Karena keyakinan, seseorang dapat melihat sesuatu yang tak dapat dilihat oleh mata. Mendengar sesuatu yang tak mampu didengar telinga. Mempercayai sesuatu yang tak dapat dijangkau oleh akal. Yang mustahil boleh jadi mungkin baginya.

Karena keyakinan, seseorang bisa sekokoh karang, berani laksana singa, memilih disiksa daripada meninggalkan sesuatu yang ia yakini –bahkan memilih mati. Yang lain ragu, ia percaya. Yang lain takut, ia berani.

Karena keyakinan pula, tak peduli seluruh dunia menjauhi, semua orang membenci, dan banyak yang menyerah pergi. keyakinan yang mengakar kuat di hati, membuatnya tetap bertahan gagah berdiri. Tak goyah dengan jalan berduri.

Karena ini tentang keyakinan bukan khayalan.

Keyakinan yang sama dengan keyakinan sungguh Allah itu ada. Yang setara dengan keyakinan neraka dan surga itu nyata. Keyakinan yang pasti, sepasti malam dan siang yang berganti. Sekali lagi, ini tentang keyakinan bukan khayalan.

Karena keyakinan itulah musuh menjadi gentar hatinya. Takut akan kekuatan keyakinan itu. Siang malam mengatur strategi agar keyakinan itu mati. Melakukan tipu daya kesana kemari, mencari bantuan ke penjuru negeri hingga membuat senjata yang super canggih tuk memerangi.

Karena keyakinan itulah seseorang yang mungkin biasa saja, tak berotot kekar dan berbadan besar. Tak punya kekuatan bak Superman. Tak bisa sihir seperti Harry Potter. Namun sangat ditakuti. Ditakuti musuh yang membenci.

Karena keyakinan itulah yang akan mengguncang dunia. Mengganti ideologi rusak yang menjadi hegemoni. Menyebabkan revolusi. Menyelesaikan permasalahan yang kini umat hadapi. Menyelamatkan generasi. Dan Islam akan jaya kembali.

Hari ini keyakinan itu dianggap utopis oleh orang yang meragukan. Saat ini keyakinan itu ditertawakan oleh mereka yang menganggapnya mustahil. Tapi suatu hari nanti mereka akan menyaksikan. Melihat keyakinan itu menjadi kenyataan. Sungguh, ini tentang keyakinan bukan khayalan.

Keyakinan akan janji Allah yang pasti. Keyakinan Khilafah tegak kembali dan syariah sempurna diterapkan lagi.

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An Nuur: 55)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^