Pernahkah
kawan, engkau takut terhadap hal-hal yang tidak ada, malah bisa jadi hal-hal
itu tidak pernah ada?
Atau pernah merasa ketakutan kepada sesuatu yang belum terjadi, bahkan mungkin sebenarnya itu tidak akan pernah terjadi?
Saya pernah, beberapa kali. Ah, tak terhitung berapa kalinya saya takut.
Jika diingat-ingat kawan, berapa kali kita takut dan ketakutan itu hampir tidak pernah terjadi? Kalaupun terjadi, toh tak seburuk yang kita pikirkan. Lebih buruk? Berarti tak seperti yang kita bayangkan dong, iya ngga? hehe.
Bila kita takut kepada Allah, itu memang dibenarkan bahkan sangat dianjurkan, wajib. Nah, bagaimana bila ketakutan itu hanyalah ciptaan khayalan kita semata?
Ada tempat yang bisa didiami ketakutan, yaitu pikiran kita akan masa depan. Pikiran 'buruk' terhadap hal-hal yang belum terjadi.
Saat kita menghadapi sesuatu, kita sering memikirkan apa yang akan terjadi nanti, bagaimana jika, jangan-jangan, padahal kita belum menghadapinya.
Sungguh kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bahkan lima menit kemudian. Sebelum kita melewatinya, kita telah menakut-nakuti diri kita sendiri dengan ketakutan-ketakutan yang tidak nyata.
Ya, sebelum kita menghadapi sesuatu, ketakutan itu hanyalah ada dalam pikiran kita, tepatnya, takut adalah pilihan kita.
Atau pernah merasa ketakutan kepada sesuatu yang belum terjadi, bahkan mungkin sebenarnya itu tidak akan pernah terjadi?
Saya pernah, beberapa kali. Ah, tak terhitung berapa kalinya saya takut.
Jika diingat-ingat kawan, berapa kali kita takut dan ketakutan itu hampir tidak pernah terjadi? Kalaupun terjadi, toh tak seburuk yang kita pikirkan. Lebih buruk? Berarti tak seperti yang kita bayangkan dong, iya ngga? hehe.
Bila kita takut kepada Allah, itu memang dibenarkan bahkan sangat dianjurkan, wajib. Nah, bagaimana bila ketakutan itu hanyalah ciptaan khayalan kita semata?
Ada tempat yang bisa didiami ketakutan, yaitu pikiran kita akan masa depan. Pikiran 'buruk' terhadap hal-hal yang belum terjadi.
Saat kita menghadapi sesuatu, kita sering memikirkan apa yang akan terjadi nanti, bagaimana jika, jangan-jangan, padahal kita belum menghadapinya.
Sungguh kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bahkan lima menit kemudian. Sebelum kita melewatinya, kita telah menakut-nakuti diri kita sendiri dengan ketakutan-ketakutan yang tidak nyata.
Ya, sebelum kita menghadapi sesuatu, ketakutan itu hanyalah ada dalam pikiran kita, tepatnya, takut adalah pilihan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^