Senin, 13 Oktober 2014

Menulis!

Setiap kali ingin menulis, terdengar suara yang mirip dengan suara saya. Entah darimana datangnya. Dari kepala atau dari hati. Nyaring terdengar. Berteriak. Berkali-kali suara itu muncul. Suara yang lebih dari membuat saya merinding. Suara yang membuat saya hilang keinginan untuk menulis. Suara yang dapat memadamkan semangat api menelurkan ide. Suara yang melupakan saya dengan komitmen untuk menulis setiap hari. Suara yang selalu meneriakkan, “Mengapa menulis itu? Harusnya menulis skripsi”. Apakah suara itu yang salah? Jika saya mengiyakan, maka saya melakukan pembenaran.

Atau empat kata ini, “saya tidak punya waktu”. Empat kata itukah kambing hitamnya? Ah, katanya suka menulis. Kalau memang suka, tentu akan berusaha meluangkan waktu untuk 
menulis, sesibuk bagaimanapun.

Tidak punya ide? Alasan apa lagi ini? Ide berhamburan dimana-mana. Apa yang dilihat, bisa jadi itu ide. Segala yang didengar, boleh jadi ada terselip ide. Ketika membaca, berdiskusi, datang ke sebuah acara, atau apalah, apapun pengalaman yang didapat, semua itu sumber ide. Hidup adalah sumber ide yang tak pernah kering. Tak punya ide? Tak mungkin itu alasannya.

Kadang ada muncul ketakutan. Takut nanti menulis tulisan yang buruk. Takut tulisannya tidak ada guna. Bahkan takut tidak ada yang membaca. Kalau memang tulisannya buruk dan membosankan, bila ternyata tak ada guna, pun tak ada yang mau membaca, apakah menulis itu perbuatan yang sia-sia? Setidaknya belajar menulis, kan? Lalu? Ah, bagaimanalah saya ini kalau belajar saja takut.

Malaskah? Katanya tidak ada orang yang malas, yang ada itu adalah orang yang tidak punya motivasi. Jadi bukan malas menulis, melainkan tak punya motivasi untuk menulis. Tapi sepertinya tidak ada orang yang tak punya motivasi, tepatnya orang itu tidak berusaha memotivasi dirinya sendiri. Apa tujuan saya menulis, mengapa saya harus menulis, dan impian menjadi penulis, saya harus terus mengingatnya.

Sekarang apa lagi, apa yang menahan untuk menulis? Benar memang apa yang dikatakan seseorang, “Jika sesuatu itu penting, pasti berusaha mencari jalan. Bila tidak penting, ya hanya akan mencari-cari alasan”. Pentingkah menulis itu bagi saya? Penting. Kalau begitu no excuse!

Menulis!

1 komentar:

tak usah sungkan bila ingin mengatakan... ^^